Posted by: Ratna on: March 11, 2008
Saya termasuk orang yang malas nonton televisi. Meski setiap stasiun televisi berlomba-lomba merebut hati dengan tayangan-tayangan baru.
Hampir semua acara (termasuk iklan) membuat saya selalu ingin mematikan TV. Atau paling tidak segera pindah channel, cari film kartun. Tayangan-tayangan di televisi bagi saya hanya menunjukkan kekacauan di nusantara ini. Kekacauan di segala bidang. Terutama kekacauan moral.
Mungkin semua juga sudah tahu. Berita-berita klise dari waktu ke waktu. Itu-itu saja. Cuma lokasi dan objek berita yang berbeda.
Tapi kali ini saya ingin berbagi satu tayangan TV yang susah saya lupakan. Kemarin, di Trans TV. Jam dan judul acaranya lupa.
Seorang ibu bertubuh gembrot dan berpakaian kutung yang lusuh. Baca selanjutnya…
Ngga heran kalo sampe ada gizi buruk di tanah air ini, di Jakarta yang jadi pusatnya perputaran uang aja ada yang ngga kebagian makanan sehat.
YA ALLAH…. sampe segitunya mbak…! ambil sayuran dari kali.. utnuk dimakan..
Ya Allah, ampuni kami…
Memang kayaknya kita ini terus dibohongi sama aparat pemerintah. Berdasarkan data BPS 2007 katanya angka kemiskinan jauh berkurang dibanding kemiskinan 2006. Artinya kelayakkan hidup di Indonesia sudah semakin membaik.
Tapi itu kan data di atas kertas. Kalau kita melihat sekeliling kita, kemiskinan malahan semakin parah. Beberapa hari yang lalu ada orang yang meninggal akibat kelaparan. Ini bahkan tak pernah terjadi di masa lalu kecuali di masa penjajahan. Apakah kita sudah kembali ke masa penjajahan? Entahlah. Salam kenal mbak Ratna.
[...] in Koran / media, Ocehanku. Tags: kemiskinan trackback Mengikuti tulisan mbak Ratna tentang Kemiskinan yang memaparkan Masyarakat yang hidup di bawah kolong jembatan Kali Ciliwung, Jakarta. yang [...]
[...] perut yang mengkeruyuk di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang pada sibuk-sibuk. Mereka tertunduk meringkuk menahan sakit yang melilit ganas [...]
salam kenal…
saya malah pernah nonton CNN yg meliput orang2 di sebuah daerah “sangat miskin” di Columbia masak lumpur
rasanya ngeriiiii buanget, kerjaan saya mengharuskan saya “sering” membuang makanan…dan disana, orang2 nya kelaparan
[...] Nonton kolong jembatan. [...]
[...] Baca juga: Nonton kolong jembatan [...]
March 11, 2008 at 3:21 pm
judulnya nonton kolong jembatan…., endingnya pemanfaatan lahan sempit, hebat, kreatif, jeli, masih nyambung, knapa ga? contoh baik bagi ibu2 tuh, ya buat bapak2nya juga kali ya…?