Eh, nemu…

Ngga sengaja, ketika buka-buka file lama di PC. Ternyata saya pernah bikin yang beginian…

Dari Lokasi Kejadian

aku laporkan
ada pusaran angin di hatiku
legam
dan bau

ia membawa sejuta berangkal
mencabut akar-akar nyawa
ke sebuah titik

aku tak tahu apa
aku kehilangan hampir semua nadi

sekarang aku sibuk
mengorek sisa-sisa hatiku yang koyak
berharap sesuatu tertinggal
untuk bisa menghadapNya
kembali

200304

27/3/2004

kepadamu

rindu sekali
melahap dada
sesak di lorong-lorong hati

sesuatu yang mungkin: cinta
menggapai ragaku dalam pelukmu
di bayangku malam ini

kuhitung detik per detik
menanti pengapku sirna dengan jarimu
matamu
hidungmu
yang perlahan mulutmu
menguak tabir ludahku

Kau Tidur di Bantalku

ada sembul bunga di tepi hati yang gersang
kau tanam ataukah liar

kelopak bunga teteskan bayi embun berceceran, kupunguti satu-satu
kurajut dalam pelukan

sayang, pakailah selimut ini
agar wangimu tetap milikku

220204

 

Bapak dan Komputer

tik tiriktik tik tik
rrrrrrrrrrrrr
ting!
komputermu dendangi
jengkrik di balik dedaun kelam
selalu

bapak, lihat:
bulan rela dijejak raga asing
tanah tak ragu dikorek jutaan panah baja
pula domba jadi pinang berbelah

memang bukan bilik dan rumbia
tak juga bambu bakar dalam tungku
biang ngebor dan seekor tandjung kau akrabi
bahkan terkadang panas menyapa pantatmu
karena bergelut dengan ghibah sesaat

bapakku tuan tanah
raja odeng, dengar:
polyringtones di balik bilik
bilik
kamar tukang ojeg

lagi,
mang kumis yang selalu naik sepeda
antar koran segar di pagi berembun
terperas dompet dan peluh
demi genggam dunia lewat satu mesin
tik entah kalkulator
berpena…
layar pelangi pula, bah!
digenggam digenggam
semuanya
digenggaman

aku mau bapak…

kunanti songsongmu akan
segala indah yang kau tepiskan

080304

 

Untuk yang Terkasih

Ibu,
aku bisa

hore
aku bisa, aku bisa
aku bisa

menuliskan puisi untukmu

200304

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “Eh, nemu…

  1. MA

    Mbak, saya suka puisi anda, anda berbakat. Tetap nulis dan tetap semangat!

  2. Makasih…makasih…beneran nih? Soalnya itu kala-kala pertama saya nulis puisi dan setelah itu tidak pernah lagi. Karena selain tidak pernah menemukan moodnya, saya juga merasa bukan bakat saya disana. Kalau memang Anda melihat saya ada bakat disana, saya akan coba menulis lagi dan sering-sering membaca puisi.

  3. nah, ketika menemukan sesuatu yang pernah kita cipta, kita kadang terhenyak dan tak yakin bisa mencipta seperti itu. sesuatu yang pernah kamu buat ini hidup, dan menenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s