Sendiri…

Judul asli: Merayakan Menjalani Hari Kemerdekaan Sendiri di Rumah

Suami jaga malam, anak-anak di neneknya. Sepi nian… Tapi bukannya ini yang ditunggu-tunggu sejak lama? Ayo rayakan! Rayakan! Nikmati kesendirian yang menyedihkan indah ini. Horee…horee…
Hari ini saya bisa:

  1. Bebas semua tugas yang kadang menjemukan. Nyiapin makan dan nyuapin, mandiin, cebokin, bercerita, ikutan main bola, disuruh jadi musuh kalau perang-perangan.
  2. Bebas pake komputer dan internet tanpa ada yang minta gantian pake, atau interupsi: “Ma, mau susu…”
  3. Bebas setel lagu favorit keras-keras, tanpa ada yang protes lagunya ga enakeun atau “Mama berisik ah!”
  4. Bebas menikmati rumah yang rapi, wangi dan bersih tanpa takut ada yang ngeberantakin mainan yang udah pada rusak berkeping-keping diatasnya, atau remah-remah makanan yang berceceran dimana-mana.
  5. Bebas menguasai remote TV sambil selonjoran dan peluk bantal yang mana aja.
  6. Bebas mandi lama-lama tanpa khawatir anak kelamaan ditinggal.
  7. Bebas luluran & maskeran tanpa ada mulut-mulut bawel nan mungil berkomentar: “Kok mandi pake jus? Ntar disemutin loh!” atau “Mama bau pepaya, jangan deket-deket!” atau “Katanya kalo pake masker bakalan cantik, tapi kok malah kayak pocong?”
  8. Bebas dari mengomel-ngomeli kalau sendal atau sepatu mereka naik ke teras yang sudah di pel.

Tapi…apakah bebas itu membahagiakan? Ternyata, ketika saya sedang tertawa-tawa menikmati tontonan di TV, saya ingat anak-anak dan suami. Andai mereka ada… tentu tawa ini akan semakin meriah. Ketika saya sedang menikmati alunan mp3, saya ingat mereka lagi. Kalau lagunya kebetulan kita suka semua *Gettin’ Jiggy With It-nya Will Smith*, kita joged sama-sama, bahkan sampai meloncat-loncat. Ingat ketika pake masker mereka meledek saya, saya kejar mereka sambil berhantu-hantu ria sampai pada lari terkekeh-kekeh.
Hmmm… belum 24 jam saya ngga ketemu mereka, udah curhat disini… Memang, sesuatu/ seseorang itu akan terasa sangat berarti ketika dia tidak ada…

6 Comments

Filed under Uncategorized

6 responses to “Sendiri…

  1. izzadwje

    hwawawa….
    menyelam sambil makan sarden ABC-Z kali y!
    numpang lewat salam kenal bu’

  2. hahaha… enaknya, kesendirian gak enaknya kesepian..

    sendiri ama sepi sama gak yah?
    heeh salam kenal balik:

  3. @izzadwje
    maksudnya?
    Selamat lewat… Salam kenal juga.

    @kurtubi
    Sendiri sudah pasti sepi… Tapi kalau sepi belum tentu sendiri. Di kelas lagi UAN, dijagain orang galak misalnya…

  4. Hahaha….awalnya nikmat ya, tapi begitu mulai menikmati, selalu ada yang hilang.
    Begitu pula saya, kalau tugas luar, dan kemudian makan sesuatu, atau melihat pemandangan indah…ingat anak-anak. Akibatnya kalau tugas ke luar kota, tiap pagi malah udah nelepon, malammua juga…jadi pulsa membengkak.

  5. Pernah juga saya rasakan, malahan sebulan lamanya. padahal hari pertama ga ketemu rasanya sudah seperti sebulan… kalikan saja berapa lama rasanya🙂
    Met Kenal Bu Rat_Na

  6. multipletalent

    Dalam menilai sesuatu kita harus menilainya dari 2 sisi mata uang.

    Betul. Di dunia ini selalu berpasangan, ada untung-ada resiko, yin dan yang, positif-negatif, baik-buruk, dsb…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s