Pribadi Mem(p)esona

Note: Huruf P pada judul saya beri kandang. Sebab menurut kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar adalah “memesona”, sama seperti huruf P yang luruh pada kata “memukul”, “mematung”, dan “memikirkan”. Hanya saja kata “memesona” masih kurang “mem(p)esona” dibaca atau didengar dibanding kata “mempesona”.

Ibu saya punya koleksi buku yang cukup banyak. Salah satu diantaranya ada buku yang bikin saya terpesona. Judulnya “Pribadi Mempesona”, buah karya La Rose. Ketika itu La Rose masih berusia sekitar 50 tahun. (Sekarang beliau dimana ya?)rose-fond.jpg

Buku ini ibu saya beli pada tanggal 24 September 1989. Sekarang keadaan kertasnya sudah berwarna kuning, dengan cover yang ujung-ujungnya sudah pada kriwil.

Sudah dua kali saya khatam membaca buku ini. Dan sekarang pun masih sering baca secui-cuil, sekedar penyegaran ingatan. Entah karena saya terobsesi ingin jadi pribadi mempesona atau memang pada dasarnya buku ini memang enak dibaca…

Ini salah satu cuplikan yang bikin saya terpesona:
Sesungguhnya setiap orang adalah pribadi yang mempesona. Setiap orang punya pesona dalam dirinya sendiri. Pesonanya adalah cahaya mutiara kepribadiannya.

Akan tetapi, banyak orang tak sadar akan pesona pribadinya yang tak memancar. Seperti mutiara, ia terpendam dalam lumpur kehidupan yang bernama kesibukan sehari-hari, ketakpedulian pada lingkungan, juga ketakpedulian pada kekasihnya, juga ketakpedulian pada dirinya sendiri.
Atau seperti mutiara, ia lupa mengasah dirinya, hingga pesonanya tak sempat memancar. Atau hanya pudar.

Seseorang yang mempesonakan, apakah ia lelaki atau perempuan, adalah seseorang yang berbahagia. Oleh karenanya ia dapat memberikan kebahagiaan pada orang lain dan lingkungannya. Ia memberikan kebahagiaan pada sanak keluarga, mereka yang bekerja untuknya, atau untuk orang lain tempat ia bekerja.

10 Comments

Filed under Keluarga

10 responses to “Pribadi Mem(p)esona

  1. Setuju, …..tiap orang bisa menjadi pribadi yang mempesona. Jika kita sehat, bersih, rapih, sebetulnya selain untuk diri sendiri, juga untuk memudahkan berhubungan dengan orang lain. Tentu orang akan lebih menyukai orang yang bersih, segar dibanding dengan yang berbau.

    Juga jika kita selalu bersyukur, yang akan membuat kita bahagia, maka kita akan menularkan kebahagiaan itu pada orang lain…sehingga orang akan senang berhubungan dengan kita….

  2. Guh

    Sepertinya saya harus baca juga tuh.. pengen juga jadi pribadi memesona. Ada versi PDFnya ?>:D

  3. Ass, mbak ratna sugeng dalu..
    yup aku setuju mbak dengan apa yang mbak paparkan. Kita semua adalah pribadi yang mempesona hanya kita saja yang kadang2 gak tau kalo kita ini mempesona hehe…sekian mbak salam kreativ

  4. marwan

    wah dibeli tahun 89??? saia baru bisa baca tuh mba,,,hihi,,,
    kata orang, saia ada cowok dengan 1001 pesona,tapi kata orang2 yang ada dialam mimpi tidur saia,,hukshuks

  5. @ edratna
    Betul Bu. Kalau kita secara fisik selalu tampil bersih, segar, tentu akan mendatangkan kepercayaan diri. Itu adalah awal untuk menghargai diri sendiri, selanjutnya kita akan bangga terhadap diri sendiri, dan akhirnya bersyukur menjadi diri sendiri.

    @ Guh
    Saya cari korek-korek lagi deh…siapa tahu ada…

    @ masmawan
    Pura-pura ngga tau kali… Biasanya kan suka narsis kalau di depan cermin. Ngaku…

    @ marwan
    Kebanyakan mimpi itu adalah cita-cita yang terpendam. Semoga jadi kenyataan.

  6. Mungkin itulah yang dimaksud dengan inner beauty ya mba? Tapi sesungguhnya sih, memang betul bahwa setiap kita itu pasti diberikan kelebihan disamping kekurangan. Bisa jadi dengan mengoptimalkan segala kelebihan itulah akhirnya kita bisa menjadi pribadi mempesona. Hanya saja akan menjadi masalah bagi pribadi yang rendah diri. Padahal menurut saya sih tidak perlu. Karena setiap kita adalah unik. Sekalipun kembar genetik pun tak akan sama satu orang dengan orang yang lain.

  7. Setuju. Untuk orang yang rendah diri, menurut saya ia masih bisa memancarkan pesona walau hanya diam. Kuncinya asal ia berbahagia dengan diri dan kehidupannya. Dan yang pasti, ngga punya sifat iri, dengki terhadap orang lain.

  8. Dini

    Mbak Ratna,

    Senang rasanya Anda mendapatkan banyak hal positip dari Ibu La Rose. Untuk Informasi, Ibu La Rose telah berpulang ke hadirat Allah SWT pada tahun 2004, bila hingga sekarang buah pemikirannya tetap bisa menjadi inspirasi kita senua, semoga ini menjadi amal kebajikan yang dibawanya di alam keabadian nanti…

    Salam,

    dini

  9. ria

    Pertama kali saya hobby baca krn buku ini… Buku ini buku pertama yg membuka matahati saya…dan saya pengagum berat beliau… Wanita smart ..La Rose… Tolong jika ada info dmana buku ini bs saya miliki kembali…s

  10. ria

    Pertama kali saya hobby baca krn buku ini… Buku ini buku pertama yg membuka matahati saya…dan saya pengagum berat beliau… Wanita smart ..La Rose… Tolong jika ada info dmana buku ini bs saya miliki kembali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s