Sarkasme Sisi Hati

Rajam terus aku sampai mampus
Lucuti pula sekujur kulitku
agar debu-debu itu lekati erat lukaku

( Sial!
Matahari itu tak kunjung terik
Aku mau keringatku mengalir,
menetesi setiap jengkal piluku)

Ayo!
Rajam terus aku sampai mampus
Agar aku tak selalu lelah
menanti liurku basuhi jakunnya

Rajam lagi…

Rajam lagi…
Sampai aku mampus

7 Comments

Filed under Uncategorized

7 responses to “Sarkasme Sisi Hati

  1. Salam kenal,

    Aku disini rindu mentari, beku membiru tanpanya🙂

  2. ketika matahari terik, aku tertunduk, bahkan seperti tersungkur….
    tak tega melihat kepiluanmu

  3. Salam kenal,
    Bagi saya puisi anda sangat sederhana namun sangat penuh makna.
    Sukses selalu.
    Gimana jagoan nya, sudah diberi nama blom?

  4. Gak sakit mba?? hehehe, makasih dah berkunjung ya…

  5. @ um ibrahim
    Salam kenal juga.
    Wah, saya malah abu-abu nih tanpa mentari.

    @ babeh
    yah, cuma tak tega dan tertunduk… ngga nolongin nih?🙂

    @ m.sirait
    baru bisa bikin yang sangat sederhana bang, Gimana cara bikin yang mewah ya?🙂
    Hehe, udah. Panggilannya Aley.

    @ indra1082
    Huah, bukan sakit lagi… Mau coba?
    Sama-sama.

  6. wuiiiih bener2 mantap
    penuh gejolak
    terlukiskan

  7. Kok mau bunuh diri!
    Aku tidak tega merajammu
    Aku tidak tega…

    puitis juga ya:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s