Miskin, no way!

Tampaknya sekarang lagi musim kampanye anti kelaparan. Baca blog ini, itu, sana, sini, situ… dan masih banyak lagi. Alhamdulillah, ternyata banyak blogger yang peduli terhadap penderitaan sesama.

Mungkin dari para blogger tersebut sudah ada yang mulai melangkah secara kongkrit membantu manusia-manusia kelaparan di sekitar maupun di luar lingkungannya. Mungkin ada pula yang serabutan sana-sini mencari dukungan untuk mengentaskan kemiskinan. Mungkin ada pula yang hanya pasang banner dan mengirim do’a.

Saya pun merasa terpanggil untuk ikut mendukung kampanye tersebut. Bukan apa-apa. Selain memang prihatin melihat dan mendengar kabar orang-orang mati kelaparan, saya juga merasa kasihan melihat perjuangan pemerintah yang tidak pernah berhasil mengentaskan kemiskinan. Bahkan malah makin menjadi-jadi. Dan sepertinya kini pemerintah sudah capek dan frustasi. Makanya perjuangan mereka menjadi stagnan. Jadi, ayo kita bantu pemerintah berperang melawan kemiskinan! (Ciailah!)

Caranya gimana ya?

Jadi ingat ceramah Aa Gym nih.
Katanya, pakai cara jitu 3 M.

1. Mulai dari diri sendiri.
Jangan jadikan diri kita bagian dari kemiskinan itu. Kita ngga boleh miskin. Jadi, bagaimanapun caranya usahakan kita agar selalu bisa produktif. Bagi yang sudah mempunyai pekerjaan tetap, bekerjalah terus dengan ikhlas. Tingkatkan prestasi kerja. Bagi yang belum mempunyai pekerjaan, jangan patah semangat. Kreatiflah. Biasanya kalau sudah kepepet, ide-ide brilian bisa bermunculan. Bakat yang dulu tersembunyi, ternyata bisa tergali. Yang penting bisa makan dengan layak dengan cara yang halal.

2. Mulai dari yang kecil.
Kalau punya rejeki berlebih, jangan lupa sharing. Seratus dua ratus perak itu sangat berarti bagi yang membutuhkan.
Jadi ingat beberapa bulan ke belakang. Seorang sopir, yang angkotnya saya tumpangi. Sudi turun dari angkotnya untuk mengambil uang seratus rupiahnya yang jatuh ke jalan. Dan ia mencarinya sampai ke kolong angkot!

O,iya. Kalau saya biasanya sharing rejeki tidak dalam bentuk uang. Saya lebih suka dalam bentuk barang atau makanan. Kalau ada peminta-minta atau pengamen, saya lebih ikhlas memberi dengan beras, buah-buahan atau makanan apa saja yang ada di rumah dibandingkan dengan recehan. Padahal dengan ‘makanan jadi’ sebenarnya nilai uangnya jauh lebih mahal ya? Tapi dengan demikian saya merasa tenang. Karena tidak ada perasan was-was atau su’udzon takut uang saya bukan dibeliin makanan. Tapi dipakai buat judi atau beli rokok/ narkoba.

Membeli dari orang susah, bukan dari supermarket, bagi saya itu juga merupakan sedekah. Kalau tidak butuh barangnya, bisa diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam bis kota tuh, bagus buat sedekah. Banyak yang menjajakan barang-barang sangat murah. Semisal alat-alat tulis, buku-buku agama yang tipis-tipis, makanan juga. Sampai di terminal atau sudut-sudut kota, pasti banyak orang yang mau menerima dengan suka cita barang-barang yang dibeli tadi. Asyik, jadi dobel tuh sedekahnya. Sedekah sama yang jual, dan sama yang dikasih barang.

Kembali ke lap…ar!

3. Mulai dari sekarang.
Perut orang tidak bisa menunggu. Mengapa harus ditunda-tunda. Daripada makanan numpuk di lemari es, yang akhirnya peot dan jamuran… Daripada uang dipakai beli rokok (udah pasti itu racun, kok masih dibeli juga?)… Daripada uang dipakai dugem… Daripada oleh-oleh orang dibuang karena ngga doyan rasanya…

Baca juga: Nonton kolong jembatan

15 Comments

Filed under Celoteh, Renungan

15 responses to “Miskin, no way!

  1. studju…
    tapi kadang saya agak sangsi juga karena banyak pe-minta2 yang berprofesi. mereka bukan minta2 karena terpaksa, tapi mungkin karena males aja, masak berangkat dari rumah: suami, istri, anak2 berpencar untuk meminta2? padahal secara fisik mereka kuat untuk bekerja. apakah mereka ingin cucunya nanti ikut jadi peminta2 ya…

  2. Ane ikut memerangi anggota dewan yang terus saja ngeributin kepentingan perutnya sendiri… Juga para pejabat birokrat yang hobi gonta-ganti mobil dinas…:mrgreen:

  3. ayo ma! bantu orang kolong jembatan ma! juga yang kelaparan ma! anakmu siap membantu kok! hehehehe…

  4. saya juga turut prihatin mbak..
    mari bersama perangi kemiskinan !
    for a better endonesya !

  5. bu, apakah nasehat ini ditujukan untukku juga? hehe

  6. iya, kayaknya 3M-nya Aa Gym sangat relevan dengan masalah ini, ayo kita dukung dan perkuat, mulai dari diri kita, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang….
    tapi babeh merasa agak kurang pas kalao kita memulainya dari “menyantuni” “gepeng” yang di tiap lampu merah itu… (setuju? ga?)

  7. tambahan untuk 3M nya, HHN Hadapi, Hayati dan Nikmati, yo kita bergerak memerangi kemiskinan

  8. Salam mba’ Ratna,,
    Ya, banyak cara untuk peduli dan berbagi,
    insya- Alloh semuanya juga baik.
    Yang penting barangkali kembali kepada niat, kehati-hatian agar tepat sasaran dan kemampuan kita.

  9. setuju dengan semuanya, apalagi dg idenya Babeh.. mengenai gepeng dilampu mrh

  10. setuju….
    saya juga kagum dengan solidaritas di antara para bloger ini.

  11. @ samsul
    memang bingung juga membedakan yang pura-pura dengan yang benar-benar kesusahan. Makanya lebih baik memberi kepada orang yang tidak meminta, tapi kita tahu seperti apa susahnya setiap hari.Untuk pengamen, saat ini saya berkhusnuzhan saja. Itu adalah pekerjaan terpaksa karena tidak ada lapangan pekerjaan.

    @ cabe rawit
    saya mah nonton aja ah…sambil terus ngeblog:mrgreen:

    @ gempur
    oh,udah sampai Cikampek tho? Bentar lagi nyampe dong di kolong jembatan. Mak tunggu ya๐Ÿ™‚

    @ tiyar
    ayo berperang pakai 3M: menguras, mengubur…eh salah!

    @ panda
    wah, saya ngga mau ganggu orang yang kelelahan nih. Ntar kalaw udah bugar, bantu kita dengan puisimu yak!๐Ÿ™‚

    @ babeh
    kalo itu sih porsi pemerintah aja deh *inget UUD’45* Kita bantu yang memang perlu dibantu. Masih buanyak. Lihat kanan-kiri, depan-belakang rumah…

    @ hendriadi
    ayo…siapa takut?

    @ rumahkayubekas
    betul sekali. Niatkan dengan ikhlas, sempurnakan dengan ikhtiar. Setuju? Halow?

    @ trijokobs
    i d e m saya juga๐Ÿ™‚

    @ away
    semoga niat dan upaya para blogger ini berhasil sesuai harapan.

  12. mampir ke blog aku yang bau ya temen2

  13. OK, nanti aku bawa pengharum blog ya…Biar kusemprot-semprot ntar…๐Ÿ™‚

  14. sandra puspa

    perang mlawan kemiskinan, setuju donk mbak…saya aja juga pingin kaya kog.

  15. memang bnyak banget yang mengkampanyekan tentang kemiskinan dan kelaparan,, tapi realitanya kenapa masih banyak banget kemiskinan dan kelaparan,,,
    salam dari petani jabon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s