Memilih sekolah untuk anak

Suatu hari di sebuah rumah di pinggir hutan belantara jalan raya . Tampak sepasang suami-istri sibuk sendiri-sendiri. Sang istri yang tengah membanting-banting adonan donat memecah keheningan, “Pih, tahun ini si Buyung masuk SD lho…”
Tak ada suara dari mulut sang suami. Yang terdengar hanya bunyi sorak-sorai pertandingan Pro Evolution Soccer 6 dari dalam laptop. Sesekali terdengar suara jempol tangan suaminya si istri tadi memainkan tombol-tombol di joystick.
I (istri): “Pih, denger ngga?”
S (suami): “Hmm…” Matanya masih tidak berkedip, memelototi terus LCD di depannya.
S : “Aaaaa…hahahaha. Goooool…gooool….!!!”
I : (Membanting adonan donat dengan emosi) “Papih!! Mamih kok dicuekin terus? Ngga dihargai. Selalu dinomorduakan. Disepelekan. Ngga dianggap. Dipoligami sama mainan anak kecil kayak begitu. Sebel. Sebel.” Continue reading

Need For Speed, Pimp My Ride dan Bedah Rumah

Tahu acara Pimp My Ridenya MTV? Wah, asyik ya… Mobil butut bisa disulap jadi kinclong sama teman-temannya Xzibit. Kalau habis nonton reality show itu saya dan anak-anak jadi suka berkhayal sama-sama, membahas mobil impian. Akhirnya kami googling, terus nemu game onlinenya. Tapi gamenya sama sekali ngga seru. Terlalu sederhana mendandaninya dan ngga terlihat kinclongnya.

Yang asyik justru customize mobil balap di game Need For Speed (Underground, yang Carbon ngga tau ya…belum pernah mainin). Mobilnya keren-keren, visualisasinya juga mirip asli. Jadi kalau lagi bikin modifikasi mobil balap bisa sambil ngiler-ngiler tuh. Srrlp!

Tapi memang ada kurang asyiknya juga. Karena pada dasarnya mobilnya sudah bagus, jadi tidak terlalu terasa tantangannya. Range antara sebelum dan sesudah mobil didandani tidak terlalu mengejutkan. Terus, di N4SPD ini cuma sebatas mendandani luar mobil saja. Tidak ada acara pasang perangkat audio yang bikin ‘kaboom’ atau perangkat lain sesuai karakter si empunya mobil seperti di Pimp My Ride.

Acara dandan mendandani ini ternyata ada juga dalam salah satu reality show di Indonesia. Bedah Rumah, yang tayang di RCTI. Konsepnya sama dengan Pimp My Ride. Seputar make over barang jelek jadi bagus (secara visual). Tapi tentunya ada perbedaan yang sangat jauh. Apa coba? (Awas lho, jangan bilang yang satu rumah, yang satu lagi mobil…tak bilangin Tukul :mrgreen: )

Sunda Euy, versi bahasa persatuan

Ada request nih dari salah seorang teman. Katanya tulisan saya di page “Sunda Euy” diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Daripada saya cuma japri saja, atau bikin update di halaman yang sering tersembunyi, lebih baik saya share disini. Biar yang lain juga bisa sama-sama menikmati 🙂 Tapi mungkin versi aslinya lebih enak untuk dibaca (bagi yang ngerti)…

Silakan baca terjemahannya di bawah ini… Continue reading

Mandi tepung beras

Selepas shalat maghrib saya biasanya baru mulai beres-beres rumah, nyapu dan ngepel. Sebab kalau pagi atau siang serasa percuma. Dalam hitungan menit pasti rumah sudah kotor dan berantakan lagi. Lain halnya kalau sudah mendekati malam, anak-anak saya sudah mulai agak tenang. Tidak jingkrak-jingkrak atau loncat sana-sini lagi seperti di siang hari. Si bungsu yang baru berumur dua bulan juga sudah mulai terlelap. Jadi saya bisa bebas mengerjakan ini-itu tanpa terganggu tangisannya. Yang kadang terdengar menyayat hati karena minta diberi ASI, ingin diganti popok, atau sekedar ingin ditimang.

Setelah merapikan rumah, tentunya saya capek dong. Badan lengket oleh keringat. Warisan penat bekas aktivitas tadi siang juga belum hilang. Padahal PR belum lagi kelar. Setidaknya ada satu yang belum: menidurkan anak. Wah, ngga enak amat kalau acara mendongeng saya nanti diganggu rasa kareunang ini. Kalau capek-penat-lelah begini saya langsung memburu kamar mandi. Tak lupa saya bikin dua anak tertua saya anteng dulu. Dikasih kudapan, dan dipersilakan main komputer.

Biar benar-benar fresh, saya ngga sekedar mandi gejebar-gejebur pakai sabun. Saya share disini biar semua bisa pada nikmati enaknya setelah mandi ala saya 🙂 Continue reading

Hajatan oh… hajatan

Beberapa bulan lalu keluarga saya mendapat undangan untuk menghadiri acara syukuran khitanan putra salah seorang ********* . Meski diadakan di halaman rumah, acara berlangsung sangat meriah. Ada orkes dangdut…eh,bukan. Nyanyi-nyanyi pakai iringan keyboard dengan speaker distel overloud. Hidangan pun tersaji dengan wah. Aneka menu makanan dan minuman yang sangat beragam membuat lidah ini tak mau pulang (??) Tuan rumah pun tak ketinggalan meriah. Terlihat dari busana yang mereka kenakan. Sangat jauh dengan apa yang saya pakai hari itu.
Yah…pokokya untuk ukuran saya, pasti hajatan itu menelan biaya lumayan besar.

Namun saat malam tiba. Secara tak sengaja saya mendengar suara ribut-ribut. Orang berantem. Yang satu suara nyonya rumah pemilik hajatan, satu lagi suara laki-laki yang entah siapa, berkata-kata kasar. Saat itu saya dalam keadaan tidak bisa beranjak dari tempat saya jongkok berada (tempat dirahasiakan :mrgreen: ) dan berada dekat tempat mereka ribut. Jadi percakapan itu mau tak mau bisa saya dengar dengan jelas. Wah, ternyata topiknya berat nih. Soalnya Continue reading

Menikah tanpa cinta??

Merupakan suatu dambaan bagi setiap orang bila pernikahannya hanya terjadi satu kali dalam hidupnya. Hanya maut yang memisahkan. Begitu kata populernya.

Namun apa mau dikata, “Kami berdua sudah tidak ada kecocokan.” Begitu alasan klise pasangan yang akhirnya bercerai. Padahal kalau dilihat lagi ke masa lalu, mereka begitu saling mencinta sehingga memutuskan untuk menikah. Segala macam rintangan bisa disingkirkan demi menggapai pernikahan.
Ada juga pasangan yang awet sampai nenek-kakek. Tapi sebenarnya mereka berselingkuh. Dan keduanya pun sama-sama saling mengetahui. Mereka tetap dalam ikatan pernikahan demi alasan ‘gengsi bercerai’. Padahal dulu mereka berpacaran 7 tahun dan bisa saling setia meski tak dapat restu orangtua.

Ada lagi kisah seorang perempuan yang menikah sampai beberapa kali (lebih dari hatrick). Semua pernikahannya diawali dengan pacaran dan saling cinta. Namun semuanya kandas.

Dari cerita-cerita diatas, saya jadi merenung. Ternyata cinta pada awal pernikahan memang bukan hal pokok untuk mengantar sebuah pernikahan menjadi harmonis dan langgeng. Lantas apa sebenarnya yang membuat pernikahan bahagia sampai akhir hayat? Bisakah hanya dengan kekuatan cinta, pernikahan bisa selamat sampai ajal menjelang? Continue reading